Menoreh Karet di Sei Utik, Kalimantan Barat

ini trip yg berkesan. berani pergi ke lapangan setelah keluar dari kerjaan circle #1 di sebuah lembaga internasional. mau keluar dari sarang. mau praktekin ilmu anak sekolahan.

tulisan menoreh karet hasil jalan-jalan ini bisa tampil di sebuah leaflet, diterbitkan sebuah LSM yg bayarin tiket. mana dong artikel lengkapnya????? haha. tujuan trip mempromosikan daerah sungai utik, Kalimantan Barat. Dari Pontianak kita masih naek pesawat lagi.

hutan yg berubah menjadi hutan karet tempat banyak orang menggantungkan hidupnya. mereka bersemangat bekerja. hidup sesuai dengan kebutuhannya. karena memang alam menjadi pembatas yg nyata. teknologi susah masuk sampai di pelosok. mungkin ada baiknya. bukan tidak mau melihat petani sejahtera, tapi tekanan terhadap hutan akan semakin merajalela. kenapa begitu?

tragedy of the common. satu komunitas di hulu sei utik hidup bijak selaras alam. mereka tetap membuka hutan untuk ditanami karet tapi tidak semena-mena. ada anuran adat. melakukan proces tertentu diketahui bersama. tapi di sekitaran komunitas ini hiduplah para cukong kayu, HPH, perkebunan sawit, pertambangan yg terus berlomba mengubah hutan menjadi apa yg mereka sebut pembangunan duit duit duit. duh.

idealnya mereka  jalan-jalan lebih jauh lagi keluar dari sei utik. bukan tidak mau. tapi tidak punya (minim) akses agar program exchange terjadi. jika si manusia-nya sudah mau berubah, maka segeralah perubahan akan terjadi. dimulai dari kerisauan kemudian berpikir untuk mengubah pola hidup. yg jelas berubah pula alam yg ada. konsekeunsi sebuah perubahan. asal semuanya disadari, tak apalah.

Posted by Picasa