kota yg ramah buat semua

begitu ungkap sang supir taksi dengan bangga, menceritakan kota tempat kelahirannya. sekaligus tempatnya mencari makan. kota apakah itu haha. kota yg 5 tahun kemudian kami pindah dan tinggal di dalamnya. kalimat ini ditulis di Tulung Kalasan 1 April 2017.

penjual makanan bisa ditemukan di setiap sudut kota. aneh sekali kalau orang kelaparan di kota ini. tinggal pergi ke luar rumah, seorang kawan akan membayari mu makan. asal jangan setiap hari aja.

cabe rawit segar, berwarna-warni, ditemukan dengan mudah di penjaga sayuran. itu salah satu indikator kota sehat. awal dari kebersihan hati dan kecerdasan rasa. jiyahhh bahkan 5 tahun lalu sudah menulis soal kecerdasan rasa. apaan tuhhhhh. dan kami terus mengeksplorasi definisi konsep ini melalui praktek warung kopi dan pecel. 2015-2017 sudah ada 3 workshop top. (1) Warung PSSM Martani Prambanan yg kemudian pindah ke Tulung Kalasan; 2) Warung KaTa Pusur; 3) Joglo Rasa Ambarketawang. 

ini artikel banyak yg dicoretnya lah. efek tulisan di edit 5 tahun kemudian begini ini.

Posted by Picasa