Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi

18 Juni 2012. Welcome to Matahora Airport, Wakatobi, sebuah papan tegak berdiri di pinggir bandara perintis menyambut para wisatawan datang ke Pulau Wangi-wangi. Beberapa penumpang bersegera turun dari pesawat kecil kapasitas 30an orang, dan pasang aksi berphoto di bawah papan Matahora. Panas menyengat. Apalagi melihat pemandangan tanah pasir putih sepanjang mata melihat.

matahora

Bupati Wakatobi, Hugua di Kendari, Senin mengatakan pesawat Express Air dengan jenis Dornier 328 TP dengan kapasitas tempat duduk 30 orang itu resmi melayani penumpang sejak Sabtu (26/12/2019).

Tidak terlalu mudah untuk mendapatkan tiket pesawat lanjutan dari Bandara Haluleo, Kendari ke Bandara Matahora Wakatobi. Beberapa agen perjalanan besar di Jakarta tidak menyediakan layanan ini. Mereka menyarankan untuk membeli go show sesaat mendarat di Halule Kendari.

Kami meminta Elis, seorang kawan untuk membelikan tiket pesawat lanjutan ini. Waktu keberangkatan sangat tergantung cuaca. Benar saja, sempat terjadi drama sesaat. Kami harus berlari pindah pesawat. Serius berlari. Karena si Express Air siap take off. Hanya menunggu kami, begitu keterangan Elis yg entah bagaimana bisa masuk menemui kami langsung sesaat kami turun dari pesawat dari Jakarta.

Penerbangan Express Air lainnya mengalami drama lain. Seorang kawan kami mengalami pengalaman khas Nusantara. Dia bermaksud pergi ke Wangi-wangi. Karena kondisi cuaca, pesawat tidak memungkinkan landing. Pesawat landing di Bau-bau, pulau lain. Dan harus bermalam di sana sebelum hari berikutnya ada penerbangan ke Wangi-wangi.

otter

Bandara ini terletak di pinggir pantai. Pemandangan laut biru menghampar indah.

landasan

Dan para diver datanglah ke pulau kecil cantik, sebuah potongan surga dunia.