Buku Merabu Lawalata

Menulis adalah sesuatu yg belum terbiasa buat orang timur. Agak aneh juga karena temuan artefak dan prasasti jaman dahulu kala, terbilang banyak. Mungkin ada masa dimana peradaban begitu tinggi. Kemudian datanglah bangsa asing, portugis, inggris, belanda. dan masuklah masa kelam penjajahan belanda dan penutupan mata hati jaman sesudah kemerdekaan. total jendral, jadilah kita ini begini. terkesan seperti pelajar karena menyandang gelar MAHA untuk menunjukkan sesuatu yg besar, dan SISWA untuk menunjukkan karakter manusia yg terus giat belajar.

IMG_0549.JPG
Tapi kelompok ini agak beda. Mereka suka jalan, juga suka menulis. Suka juga nongkrongin warung kopi begini (April 11, 15). Bibit bagus untuk mengembangkan budaya menulis. Perjalanan akan menghasilkan pengalaman dan pengetahuan. Kebiasaan menulis akan melahirkan banyak buku dan artikel yg berisi bukan hanya kronologi dan informasi bermanfaat soal Merabu, tapi juga membawa pembacanya untuk berkeinginan mendatangi daerah itu, memahami persoalan di Merabu dan semoga ada pengambil kebijakan yg menyerap dan mengaplikasikannya untuk kepentingan daerah dan masyarakat di Merabu.

IMG_0550.JPG
Katanya Ira Kubus ada 17 orang jumlah angkatannya Merabu. Tapi hanya 13 orang yg berangkat ke Merabu. Dan hanya beberapa saja yg rajin ngumpul menyelesaikan buku Merabu. Sebenarnya gak terlalu penting berapa jumlah angkatan, yg penting keberagamannya terpelihara. Ada lah di satu angkatan tuh yg hobinya menulis, mau belajar, mau ngumpulin info, rajin nyambangin temen2nya untuk sharing, cukuplah itu.

IMG_0548.JPG
Berikut adalah nama-nama medsosnya Tim Merabu yg berangkat ekspedisi. Nama panggilannya ada lagi tuh.

  •  

      Kas Soe Rizal

    1. Ira Khoerunisa – Kubus
    2. Arkan Hanif Kudeta
    3. Raycel Sunkar
    4. Aziz Fardhani
    5. Akbar Habibie
    6. Sherly G. Nivo
    7. Andayani Oerta Ginting
    8. Sheila Kharismadewi Silitonga
    9. Yosafat Gustaav – Tihang
    10. Viedela AK Nyong
    11. Bahrul Septian
    12. Husnizon Fajri Lesuiik

    IMG_0551.JPG
    Begitu juga dengan seniornya. Satu atau dua yg sering nongol dan gantian nemenin adik2nya, cukup itu. Di kesempatan yg lain akan ada lagi senior dengan keahlian yg berbeda yg akan nemenin. Dan proses regenerasi pun terus berlanjut. Semoga bisa mungutin HANYA bagian yg baik-baiknya sajah yah. Hehe…