Antara Kereta, Jembatan Randugunting dan Kali Opak

Seberapa dekat anda mau hidup di sebelah rel kereta api, Jembatan Randu Gunting dan Kali Opak?

Di kota mana anda tinggal saat ini? Apa alasan anda memilih tinggal di kota tsb? Apa pertimbangan anda dalam memilih lokasi untuk tinggal? Dalam sejarah hidup anda, berapa kali ngalamin hunting rumah untuk tempat tinggal?

https://www.youtube.com/watch?v=0odGaHtet6Q

Sore-sore JJS ke Jembatan Randu Gunting. Panas terik Prambanan.

Ada 3 anak muda menyusuri rel kereta api, beneran berjalan di atas rel. Opo meneh. Ternyata mereka selpian di ujung Jembatan Randu Gunting. Itu anak-anak malah selpian begitu komentar seorang ibu yg rumahnya persis di depan rel kereta, sambil terus menyetrika baju laundry-an.

Sebulan pertama saya tinggal di sini, gak bisa tidur. Tanah rasanya berguncang-guncang setiap kereta lewat. Tapi setelah sebulan itu, biasa aja. Kalau yg dekat jembatan situ, gak terlalu terasa getaran keretanya. Kalau di rumah saya ini, ya terasa sekali.

Si ibu pindahan dari Boyolali. Sudah tinggal di Randu Gunting sejak 10 tahun lalu. Saat tidak ada kereta lewat, maka desiran arus Kali Opak menjadi suara alam yg menenangkan hati. Cakep.

Kalau lihat sekilas di bantaran sih ya standar lah, sampah plastik bertebaran. Masih ada beberapa rumpun bambu di sebelah jajaran kandang kambing dan lokasi rumah berdinding batu-bata yg posisinya tidak teratur.

Ada satu ember biru komposter dengan logo KLH mangkrak diantara sampah batu atau entah apa lah. Sayang ember tidak dipergunakan semestinya. Penyok-penyok gak karuan. Ah sayang sekali. Di sebuah halaman rumah yg lainnya, sebuah ember komposter dibalik tengkurap, dipakai entah ganjel ember jemuran baju. Bukan sesuai fungsinya lah sebagai penampung sampah dapur. Screenshot_2017-03-28-21-47-35-230_com.google.android.apps.maps Saat Merapi meletus, banjir besar melanda menggenangi lahan persawahan di sisi sawah sebelah sana, menunjuk ke sebrang kali. Kalau di sisi rumah saya ini aman dari banjir, ujar si ibu.

Sebuah pos ronda di cat biru terlihat adem. Sebuah TV dan banyak tikar menggulung. Tidak jauh dari pos ronda ada satu lapangan voley. Di dusun ini, sangat aman. Saya naro motor di luar juga, gak apa-apa, tambahnya.

Ada dua anak balita dan satu anak batita bermain di sebuah kotak kayu terbuat dari bambu. Dua anak laki-laki usia SD kemudian mendekat, bermain di sekitar kotak kayu tempat box anak kecil.

Konon satu lokasi perumahan yg ada banyak perempuan dan anak kecil, maka punya nilai properti yg tinggi. Bah kalau di desa di Jawa mah hampir semua dusun yah relatif serupa, banyak anak-anak dan ibu-ibu. Di Dusun Tulung ada banyak si mbah-mbah, mungkin kategorinya old society. Rumah kayu limasan masih bisa ditemukan di Dusun Tulung, Taman Martani, Kalasan.

Jadi dimana anda mau tinggal tahun ini?