Kapan Terakhir Anda Bahagia?

Jangan Pura-pura Bahagia. Begitu sebuah papan terlihat menyambut kedatangan pengunjung wisata Pegunungan Menoreh, terpancang di parkiran Kebun Teh Nglinggo. Ahhhh kenapa sih orang Jogja nih pinter banget membaca situasi hati wekkkkk.

Jadi kapan terakhir anda bahagia? Me, ya itu satu sore saat ketemu hair style andalan. Soal nemu hair style cucok di hati, di kota yg aku baru pindah aja, sebuah cerita indah bikin hepi. Apalagi ini bisa bercengkrama dengannya, menikmati bunyi cekrek-cekrek guntingnya.

IMG_20170531_170216

Mbak Tika kasih tawaran menarik. Mau pake poni? Hah seumur-umur rasanya belum pernah pake poni. Belum lagi proses catok setrika rambut yg only God knows what’s going on with woman and her hair. Gak kebayang perempuans yg saat setiap hari mau berangkat kerja harus melewati prosesi seperti ini. Me melakukan ini untuk rekreasi saja. Kalau udah di sawah, siapa juga yg mau mikirin model rambut.

Soal pilihan model sa serahkan kepada the stylist, karena percaya dia akan membuat saya lebih baik, ok saja. Melihat dia sibuk bekerja saja, sudah menyenangkan. Hasilnya nanti yaaa semua kita juga tahu, wong kita yg punya wajah seperti sekarang ini khan. Mau dipasang model apapun kalau gak keluar dari hati, gak bakalan inner beauty-nya memancar.

Ayo photo bareng Mbak. Wah harusnya before – after yah, protesnya. Dia pun bersemangat berselfie ria.

IMG_20170531_175355

Kapan buka salon sendiri Mbak? Dia pun tersipu. Mulai bulan depan akan merubah status kerja, menjadi freelance katanya. Agar bisa meluangkan waktu mengasuh anak. Bekerja setiap hari seperti biasa tapi hanya beberapa jam setiap harinya. Kasihan Uti-nya (eyang putri) kalau seharian mengasuh cucu saja kerjanya. Anak usia 4 tahun mulai butuh perhatian lebih, tambahnya. Nah semakin suka deh sama perempuan karir yg memasukkan pertimbangan parenting sebagai unsur yg jadi keputusannya.

rm

mirip wanita baik-baik haha

Get close, zoom in. Here I am. Still me khan.