Pindah rumah punya dampak besar terhadap status sosmed. Photo yg ditampilkan lebih berwarna penuh cerita. Kok bisa?

IMG_20170204_070833

Ini adalah photo olahan ubi ungu buatan Bu Solih. Di Pawon Martani Training Center kami biasa berkumpul membicarakan pangan lokal pangan sehat. Tidak berhenti di obralan, kita biasa mencoba membuat suatu olahan pangan. Google jadi referensi. Sering juga manuver ngawur bin ngasal. Semua penemu besar awalnya dari keisengan dan ketidaksengajaan kok. Kenapa takut untuk mencoba. Kebetulan kita jenis pencicip makanan. Kalau bahan dasarnya aja udah enak, segar, sehat, diolah apapun tentunya akan josss. Persoalan rasa, tekstur, tampilan yaa itu mah sambil jalan aja diperbaikinya.

17861594_1670919973202245_8726262652685201649_nNasi biru bunga telang adalah salah-satu andalan Warung Martani. Dikemas dalam ukuran kecil, nasi kucing istilahnya di Jogja ini. Banyak dijual di angkringan pinggir jalan. Cukupan lah untuk pengganjal rasa lapar. Dan tidak mahal, 2-3 ribu per bungkus. Kecuali angkringan modif yg pake AC atau sudah aneh-aneh, maka sebungkus bisa 5 ribu.

Bakso kelor ayam adalah hal lain yg kami tawarkan. Serbuk kelor ternyata ampuh, punya banyak vitamin bermanfaat tubuh. Kenapa tidak digunakan untuk konsumsi harian kita. Beberapa pelanggan beras sehat mulai menambahkan bakso kelor frosen ke dalam pesanannya.

Mangleng adalah salah-satu olahan singkong yg terkenal. Balung kethek istilah di beberapa tempat. Seorang ibu di Cepoko memproduksi mangleng. Dikerjakan sendiri diantara kesibukannya mengasuh dua orang cucunya.

Di Prambanan sini, jarang sekali lihat orang tua bermalas-malasan. Mereka masih tetap produktif ke sawah sampai usia senja. Justru itu yg membuat mereka tetap sehat. Ntar tua begitu ah. Mandiri Menghidupi kata anak-anak PSS Sleman tentang prinsip hidupnya. Keren kan.

img1490242392598Nasi biru bunga telang adalah the fav. Gampang banget buatnya. Cemplungin beberapa bunga telang segar ataupun yg sudah dikeringkan, ke dalam air aronan beras. Aduk aronan agar warna biru tersebar merata. Masukkan ke dalam kukusan nasi aron yg sudah berwarna biru. Jika anda memasak menggunakan penanak nasi listrik, masukkan ke magic jar setelah beras dicuci. Tinggal jetrekkin, tunggu matang. Nasi biru terhidang.

Awalnya orang merasa aneh dengan nasi biru. Kelunturan tinta yah. Kok gimana ya makan nasi warnanya biru.

Beberapa orang yg tahu khasiat bunga telang, tidak ragu mencoba. Mereka membeli bunga telang kering dan mencoba di rumah, menyajikan hal baru untuk keluarganya. Seorang kawan, direktur sebuah lembaga asing di Jogja, pernah memesan tumpeng biru bunga telang. Para tetamu berdecak kagum dan penasaran dengan si biru nasi biru.

Inovasi tiada henti harus terus dilakukan agar produk pertanian tidak ketinggalan dengan perkembangan gajet misalnya. Mosok sih cuma handphone aja yg terus menawarkan fitur-fitur anyar menantang. Pengolahan produk petani mustinya ikutan lah. Apalagi di negri ini yg segala macam tumbuhan bisa tumbuh subur. Bersyukur lah kita karenanya.

IMG_20170320_111734

Selain makanan hal lain yg kami uji-cobakan adalah minuman. Keisengan mencicipi hal baru terus menggelitik. Kebetulan kami bertanam bunga telang dan kelor di halaman warung pecel. Tinggal petik-petik, rebus-rebus, tambah gula, cemplungin SCOBY, tutup biarkan seminggu terfermentasi, jadi deh minuman segar aneka rasa. Buahnya kita ganti-ganti sesuai musim yg terjadi. Saat rambutan berlimpah, pake rebusan rambutan. Pisang paling sering karena dimana-mana di Nusantara ini pisang paling mudah tumbuh. Nangka juga kalau ada yg ngirim satu buah, bisa banyak banget lho.

IMG_20170316_093955

Rumpun bunga kenikir di Warung KaTa Pusur, Polanharjo, Klaten sangat menarik hati. Warna kuning, oranye, tertiup angin melambai-lambai. Gampang sekali menumbuhkan nih bunga kenikir. Tinggal sebar benihnya.

Awalnya kami mendapat benih kenikir dari Mas Lilik, seorang petani organik dan penyuluh di Joglo Pertanian Polanharjo – tetangga depan Warung KaTa. Pengusir hama alami katanya menyarankan agar kita ikut menanam. Serangga akan lebih tertarik menghisap sari di bunga ini daripada di tanaman padi atau cabe di kebun petani. Masuk di akal memang bertani ramah lingkungan. Tidak membunuh hama, tapi dialihkan saja.

P51111-143007

Sisa buangan sampah dapur, kami olah menjadi kompos dan pupuk cair. Gampang banget buatnya. Siapkan ember / toples plastik yg ada tutupnya. Lobangi, selipkan pipa plastik yg biasa dipakai untuk selang akuarium. Selang berfungsi mengeluarkan udara yg ada di dalam ember keluar. Sedangkan ujung lainnya masukkan ke dalam botol yg sudah diberi air rivanol – berfungsi agar air dari luar tidak masuk ke dalam ember.

Air leri cucian beras, air kelapa, air sumur, air gula (merah atau pasir) masukkan ke dalam ember plastik. Starter bisa pakai EM4 (beli di toko pertanian). Kami menggunakan SCOBY kombucha yg kebetulan kami produksi. Masukkan kulit nanas, pisang, potongan kangkung, kacang panjang, apa saja sisa dapur ke dalam ember.

Tutup rapat. Setiap pagi dikocek. Biarkan selama 4-6 hari sampai proses fermentasi terjadi. Ada harum semriwing seperti tape saat proses fermentasi terjadi sempurna. Jika bau busuk, bakteri gagal tumbuh. Ulangi proses dari awal.

Mencoba siklus lengkap. Bukan melulu makan produk organik tapi tidak memikirkan asal – muasalnya.